Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2025

Marga Pinarik saudara dari marga Cibro

Gambar
Menurut Ypes, W. K. H., di tulisannya "Nota omtrent Singkel en de Pak-pak landen" pada buku "Tijdschrift voor Indische taal-, land- en volkenkunde" ("Catatan mengenai Tanah Singkel dan Pak-pak" pada buku "Jurnal Linguistik, Geografi dan Etnologi Hindia") terbitan tahun 1907 halaman 555-642, marga Pinarik (Penarik) adalah sama dengan marga Cibero (Cibro). Tulisan ini membahas mengenai daerah-daerah di Singkil dan Pakpak pada saat itu. Singkil dianeksasi oleh Belanda dan dijadikan enderafdeeling pada tahun 1840. Sebelumnya di Singkil ada kerajaan-kerajaan kecil yang disebut “ Raja Sinambelas ” (Raja 16) dan berada dibawah kekuasaan Aceh. Sebelum itu daerah kerajaan-kerajaan tersebut tunduk pada Kerajaan Pagaruyung, yang kemudian diberikan kepada Aceh sebagai mas kawin. Salah satu kerajaan-kerajaan kecil tersebut adalah kerajaan Surau. Di bagian mengenai Kerajaan Surau pada halaman 35-37 buku ini dikisahkan bagaimana mulainya Kerajaan Surau dan...

Ada indikasi bahwa Siboro jauh lebih tua dari tahun 1600an

Gambar
Jika dihitung dari tarombo Siboro yang ada pada umumnya saat ini, Datu Parulas Parultop, leluhur marga Siboro, hidup pada tahun 1600an. Namun beberapa informasi berikut ini menjadi indikasi bahwa ada kemungkinan Siboro sudah ada jauh lebih awal dari tahun 1600-an. Bagaimanapun diperlukan riset lebih lanjut. 1) Istri Silau Raja adalah boru Siboro Silau Raja disebut menikahi boru Siboro ( http://clemensmalau.blogspot.com/2009/11/malau-raja-atau-silau-raja.html ). Silau Raja adalah generasi ke 2 setelah Si Raja Batak, sehingga jika diasumsikan 1 generasi lamanya 25 tahun dan jika diasumsikan Si Raja Batak hidup di tahun 1200-an, maka Silau Raja hidup di sekitar tahun 1200-an . 2) ⁠Istri dari Sondi Raja adalah boru Siboro Sondi Raja, anak dari Silahisabungan, disebut menikahi boru siboro ( https://id.wikipedia.org/wiki/Sondi_Raja ). Sondi Raja adalah generasi ke 5 setelah Si Raja Batak, sehingga jika diasumsikan 1 generasi lamanya 25 tahun dan jika diasumsikan Si Raja Batak hidup di tahu...

Pustaha Pane na Bolon berasal dari tempat marga Siboro

Gambar
Berikut terjemahan ke bahasa Indonesia dari cuplikan dari " PANE NA BOLON, EIN KRIEGSORAKEL DER TOBA - BATAK AUF SUMATRA " tulisan JOH. WINKLER and P. VOORHOEVE, halaman 25-26 dari dari "Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde", 1956, Deel 112, 1ste Afl. (1956), diikuti dengan teks aslinya dalam bahasa Jerman.  Voorhoeve mengatakan bahwa pustaha yang ditulis paling lambat tahun 1750 ini berasal dari daerah perbatasan Karo-Simalungun yang ditempati oleh marga Siboro dan Girsang.   PANE NA BOLON, SEBUAH RAMALAN PERANG DARI TOBA-BATAK DI SUMATERA Sangatlah penting bagi sejarah literatur Batak bahwa kitab sihir ( pustaha ) pada umumnya diawali dengan daftar panjang nama para guru leluhur ( ompu ), yang bisa dianggap sebagai silsilah nenek moyang spiritual dari profesi ini. Pewarisan ilmu rahasia mereka dari generasi ke generasi merupakan wujud penghormatan ( pietät ), sekaligus bukti kesadaran tanggung jawab mereka terhadap para muridnya ( anak sisean ). Ketelitia...

Catatan tertua tahun 1223 tentang seorang bermarga Siboro

Gambar
Dalam buku berjudul dalam bahasa Jerman " Osnabruckische Geschichte. " (Sejarah Osnabrück) tulisan Justus Möser yang diterbitkan di Berlin tahun 1824, dikutip catatan tahun 1223 dalam bahasa Latin tentang seseorang bernama Florentius Siboro. Catatan tahun 1223 ini juga dikutip di buku berjudul " ANTISTITUM OSNABRUGENSIS ECCLESIAE " (Tentang para uskup gereja Osnabrück) tulisan JOANNE ITELIO SANDHOFF OSNABRUGENSI (Joanne Itelio Sandhoff dari Osnabrück) dan diterbitkan tahun 1785, di halaman 68 bagian "DIPLOMATA SEU DOCUMΕΝΤΑ AD RES GESTAS ANTISTITUM OSNABRUGENSIUM" (Diploma atau Dokumen Mengenai Tindakan Para Uskup Osnabrück).  Walaupun kemungkinan besar Florentius Siboro ini tidak ada hubungan dengan marga Siboro dari suku Batak, namun setahu kami inilah catatan tertua tentang seorang bermarga Siboro. Teks terjemahan ke bahasa Indonesia menggunakan Google Translate: Karya lengkap Justus Möser Jilid ketujuh. Berisi: 1 Sejarah Os...

Relief batu dulu di kampung Siboro

Gambar
Menurut buku "Steenplastiek in Simaloengoen" tulisan Tichelman, Gerard Louwrens dan Voorhoeve, Petrus, yang diterbitkan tahun 1938, di kampung (huta) Siboro di Simalungun, ada relief batu yang dulunya disembah masyarakat: 138. Pangulubalang di Huta Siboro. - Ukuran: Tinggi 59 cm; keliling 80 cm. - Deskripsi: Kepala besar, hidung rusak, tangan dalam posisi sembah di depan dada. - Pemuliaan: Pada masa ayah dari Tuan Siboro yang sekarang, pangulubalang ini masih dihormati secara teratur, tetapi saat ini tidak lagi. Dahulu, orang memberikan persembahan ketika ada penyakit, hama pada tanaman padi, dan di masa lalu saat terjadi perang. Persembahan yang diberikan meliputi seekor anjing (asu sunggam balanga), ayam jantan dan betina berwarna cokelat, ikan, dan lain-lain. Pangulu meminta setiap warga memberikan kontribusi sebesar 5 sen untuk persembahan ini. - Asal-usul: Pangulubalang ini dibuat pada masa pemerintahan kakek (atau leluhur?) dari Tuan Siboro yang sekarang. Sebagai catat...