Ada indikasi bahwa Siboro jauh lebih tua dari tahun 1600an
1) Istri Silau Raja adalah boru Siboro
Silau Raja disebut menikahi boru Siboro (http://clemensmalau.blogspot.com/2009/11/malau-raja-atau-silau-raja.html). Silau Raja adalah generasi ke 2 setelah Si Raja Batak, sehingga jika diasumsikan 1 generasi lamanya 25 tahun dan jika diasumsikan Si Raja Batak hidup di tahun 1200-an, maka Silau Raja hidup di sekitar tahun 1200-an.
2) Istri dari Sondi Raja adalah boru Siboro
Sondi Raja, anak dari Silahisabungan, disebut menikahi boru siboro (https://id.wikipedia.org/wiki/Sondi_Raja). Sondi Raja adalah generasi ke 5 setelah Si Raja Batak, sehingga jika diasumsikan 1 generasi lamanya 25 tahun dan jika diasumsikan Si Raja Batak hidup di tahun 1200-an, maka Sondi Raja hidup di sekitar tahun 1400-an.
3) Siboro adalah boru Sihabolonan Simbolon Pande Sahata
Siboro disebut adalah boru Sihabolonan dari
Simbolon Pande Sahata
(https://www.sps.or.id/mubes-sps-1966.php). Simbolon
Pande Sahata adalah generasi ke 7 setelah Si Raja Batak, sehingga jika
diasumsikan 1 generasi lamanya 25 tahun dan jika diasumsikan Si Raja
Batak hidup di tahun 1200-an, maka Simbolon
Pande Sahata hidup di sekitar tahun 1300-an.
4) Siboro disebut bersama-sama dengan marga lainnya yang jauh lebih tua
Pada pustaha Tangkal Burnung ni Horbo (halaman 154-155 di buku "Collection of Indonesian Manuscripts”, https://asalusulsiboro.blogspot.com/2024/06/siboro-adalah-nai-turihon-menurut.html) disebut marga-marga sundut (generasi) 4-5 setelah si raja batak, hanya siboro yg saat ini dikatakan sundut 12 jauh di bawah: Situmorang: sundut 5, Sagala: sundut 4, Limbong: sundut 4, Sitanggang: sundut 5, Simbolon: sundut 5, Silalahi: sundut 5. Jadi agak aneh jika Siboro saja yang bukan di sundut 4-5. Jika Siboro generasi 4-5 setelah si Raja Batak, dan jika diasumsikan Si Raja Batak hidup di tahun 1200-an, maka Siboro sudah ada pada sekitar tahun 1300-an.
5) Puang Siboro berasal dari Panai
Menurut Sangkhakala Berkala Arkeologi - XV Mei 2005, halaman 87 (https://repositori.kemdikbud.go.id/7698/1/Sangkhakala%20Berkala%20Arkeologi%20-%20XV%20Mei%202005%20-%20Balai%20Arkeologi%20Medan.pdf), Puang Siboro di Simalungun (legenda Batu Gajah di Simalungun) berasal dari Panai. Kerajaan Panai diduga sudah ada sejak abad ke-9 atau ke-10, dan runtuh setelah serangan Chola pada abad ke 11 (1025-1030 M). Berarti Puang Siboro ada antara sekitar tahun 800-an hingga tahun 1000-an.
6) Huta Siboro ada di Dolog Silou
Huta siboro disebut ada di Dolog Silou, sekitar tahun 1500 awal atau 1400 akhir. Menurut buku sejarah Simalungun (https://www.researchgate.net/profile/Erond-Damanik/publication/357205461_Sejarah_Simalungun_Pemerintahan_tradisional_kolonialisme_agama_dan_adat_istiadat/links/658d17130bb2c7472b1574ee/Sejarah-Simalungun-Pemerintahan-tradisional-kolonialisme-agama-dan-adat-istiadat.pdf), Raja Dolog Silou, Raja Panei dan Raja Silimahuta berasal dari Tambak Bawang (sekarang kecamatan Dolog Silou). Cabang-cabangnya ialah:
- Purba Tambak Bawang berasal dari kampung Tambak Bawang,
- Purba Tambak Lombang berasal dari keturunannya Raja Dolog Silou,
- Purba Tambak Sidasuha atau Sidadolog atau Sidagambir berasal keturunanya dari Raja Panei,
- Purba Tambak Girsang berasal keturunannya dari Tuan Dolog Batu Nanggar (partanja batu) dahulunya Partuanon pada Kerajaan Panei-kemudian mengembara dan menetap tinggal di daerah Silimahuta dan terakhir menjadi Raja di sana,
- Purba Tambak Siboro berasal dari kampung Siboro kecamatan Purba,
- Purba Tambak Tanjung-berasal dari kampung Tanjung (Kecamatan Dolog Silou di daerah cingkes).
(Foto patung si Raja Batak dari TB Silalahi Center hanya sekedar ilustrasi)
Komentar
Posting Komentar