Postingan

Mengenai situs "Marga Siboro"

Situs "Marga Siboro" ini membahas seputar asal-usul marga Siboro. Siboro (Surat Batak: ᯘᯪᯅᯬᯒᯬ) adalah salah satu marga Batak, Sumatera Utara. Marga ini terdapat dalam masyarakat Toba dengan nama marga "Siboro", masyarakat Pakpak dengan nama marga "Cibro"/"Cibero", masyarakat Karo dengan nama marga "Tarigan Sibero", masyarakat Simalungun dengan nama marga "Purba Siboro". Marga ini juga terdapat di masyarakat Gayo, Alas, Singkil dengan nama marga "Cibro". Dari silsilah (tarombo) marga Siboro yang ada saat ini, diperkirakan marga Siboro dimulai pada paling tidak abad ke-16 dari keturunan Datu Parulas Parultop marga Purba Sigulangbatu , yang adalah generasi ke 12 terhitung dari Si Raja Batak: 1) Si Raja Batak, 2) Raja Isumbaon, 3) Sorimangaraja, 4) Tuan Sorba Dibanua, 5) Toga Sumba (Sumba II), 6) Toga Simamora, 7) Toga Purba, 8) Purba Sigulang Batu, 9) Partali Ganjang (Parlangka Jolo), 10) Guru Sotongguon, 11) Somala...

Puang Siboro: Panei Simalungun atau Panai Kuno Padang Lawas?

Gambar
Puang Siboro dikenal melalui legenda Situs Batu Gajah di Dolok Panribuan, Simalungun. Dalam cerita tersebut, ia disebut sebagai istri Raja Mulajadi dan ibu dari Si Gara serta Si Saimat. Ia juga dikenal dengan nama Puang Huta Dipar. Asal-usul Puang Siboro masih menjadi pertanyaan terbuka. Sebagian sumber menyebut Panei di Simalungun, sedangkan pembacaan terhadap sumber arkeologi, keadaan geografis, dan tradisi lisan yang lebih luas membuka kemungkinan bahwa Puang Siboro memiliki hubungan dengan Panai kuno di kawasan Padang Lawas. Kedua kemungkinan ini sama-sama perlu dikaji. Keterangan mengenai Panei Simalungun terutama berasal dari tradisi lisan yang dicatat kemudian. Sementara itu, kemungkinan Panai kuno didukung oleh hubungan budaya, peninggalan arkeologi, serta sejumlah tradisi geografis yang masih hidup di Sumatra Utara. Keterangan tentang Panei Simalungun Sumber yang sering dijadikan dasar untuk menghubungkan Puang Siboro dengan Panei adalah Steenplastiek in Simaloengoen karya G. ...

Menelusuri Jejak Kuno di Situs Bongal dan kaitannya dengan Siboro

Gambar
Dulu kami pernah mengulas sebuah topik unik dan menarik dalam tulisan Siboro, gelang merah-putih dalam tradisi Asiria . Waktu itu, kami membahas keberadaan tradisi kuno di kalangan Gereja Ortodoks Syria (Syriac Orthodox) yang mengenal istilah Siboro atau Suboro. Dalam tradisi mereka, Siboro adalah gelang dari pilinan benang berwarna merah dan putih yang menyimbolkan kemanusiaan (darah) dan keilahian Kristus, yang dipasang pada perayaan Kabar Sukacita (Annunciation) hingga Paskah. Tentu saja, saat postingan itu ditulis pada Desember 2024, kami paham betul bahwa kaitan antara marga Siboro di tanah Batak dan gelang Siboro milik orang Syria tersebut masih terasa sangat jauh dan sebatas kebetulan fonetik (kemiripan nama) serta rasa penasaran sejarah. Namun, apakah hubungan itu benar-benar murni kebetulan tanpa benang merah? Sebuah publikasi ilmiah berjudul Tracing Early Christianity at the Bongal Site, Central Tapanuli District, North Sumatra karya Rosmaida Sinaga dan kawan-kawan tampakn...

Infografik sejarah Siboro rangkuman AI

Gambar
Berikut infografik hasil rangkuman oleh AI (Google NotebookLM) terhadap buku " Pusuk Buhit Sianjur Mula Mula, Datu Parulas Parultop dan Keturunannya Marga Siboro " karya Drs. Djabintang Siboro Ada kesalahan gambar yang dibuat AI ini yaitu: - kepala burungnya bukan 6, tapi 7 (disebutkan oleh Makmur Siboro) - di gambar panah, seharusnya sumpit Gambar hanyalah interpretasi AI jadi memang mungkin tidak akurat dan hanya sebagai ilustrasi. Tentang buku sejarah marga Siboro " Pusuk Buhit Sianjur Mula Mula, Datu Parulas Parultop dan Keturunannya Marga Siboro ”: Ditulis oleh Drs. Djabintang Siboro, buku ini adalah salah satu buku sejarah Siboro yang terlengkap yang ada saat ini. Buku ini dicetak pertama kali pada tahun 2015 oleh Punguan Siboro & Boruna Se-Jabodetabek dan kini telah bisa didapatkan kembali melalui penerbit Bukunesia . Buku bisa dipesan melalui situs Bukunesia melalui nomor Whatsapp Bukunesia di +628112868740 . Buku ini bisa juga dipesan lewat Tokopedia dan Sh...

Sejarah Siboro rangkuman oleh AI

Gambar
Berikut video hasil rangkuman oleh AI (Google NotebookLM) terhadap buku " Pusuk Buhit Sianjur Mula Mula, Datu Parulas Parultop dan Keturunannya Marga Siboro " karya Drs. Djabintang Siboro   Tentang buku sejarah marga Siboro " Pusuk Buhit Sianjur Mula Mula, Datu Parulas Parultop dan Keturunannya Marga Siboro ”: Ditulis oleh Drs. Djabintang Siboro, buku ini adalah salah satu buku sejarah Siboro yang terlengkap yang ada saat ini. Buku ini dicetak pertama kali pada tahun 2015 oleh Punguan Siboro & Boruna Se-Jabodetabek dan kini telah bisa didapatkan kembali melalui penerbit Bukunesia . Buku bisa dipesan melalui situs Bukunesia melalui nomor Whatsapp Bukunesia di +628112868740 . Buku ini bisa juga dipesan lewat Tokopedia dan Shopee .

"Write Toba", kontribusi Siboro untuk aksara Toba

Gambar
Di tengah arus globalisasi dan dominasi alfabet Latin di Indonesia, banyak aksara daerah menghadapi tantangan serius untuk tetap hidup. Salah satunya adalah Surat Batak Toba, sebuah warisan budaya yang kaya namun semakin jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Melihat tantangan ini, lahirlah sebuah inisiatif digital: Write Toba. Apa itu Write Toba? Write Toba adalah sebuah aplikasi Android yang dikembangkan oleh The Siboro Institute dengan tujuan utama memperkenalkan kembali dan mempermudah penggunaan aksara Batak Toba di era digital. Aplikasi ini dirancang secara intuitif agar pengguna, baik pemula maupun yang sudah familiar, dapat belajar dan menulis aksara dengan mudah. Fitur utamanya mencakup: - Pembelajaran karakter aksara Batak Toba, melalui buku " Pustaha Pormanuhon Aji Tilih - Transliterasi dan Terjemahan Pustaha Warisan Siboro " - Translitrasi antara bahasa Indonesia dan Batak Toba - Antarmuka sederhana yang memudahkan eksplorasi aksara tradisional Dengan kata...

Desa Siboro di Haranggaol saat ini

Gambar
Berikut video kunjungan Dani Elbona ke Desa Siboro (disebut juga Bangkaran Batu) di Haranggaol, tepatnya kampung Pagar Batu, pada Februari 2026. Kampung Pagar Batu adalah satu dari tiga kampung di kaki bukit Siboro Gaunggaung, tempat perpindahan marga Siboro dari asalnya di puncak bukit. Dua kampung lain adalah Jamunsu dan Siboro Buntu.

Jalan mobil ke Bonandolok

Gambar
Pada kisah " Dari Parapat menuju Pulau Tulas dan Bonandolok " disebutkan bahwa akses jalan mobil ke Bonandolok berbatu-batu. Sampai titik yang disebut di kisah tersebut jalan sudah beraspal. Namun per Oktober 2025, di 1.5 km terakhir hingga Bonandolok jalan belum diaspal dan berbatu-batu. Berikut foto dan video jalan menuju Bondandolok .