Postingan

Menampilkan postingan dari 2023

Pusuk Buhit Sianjur Mula Mula, Datu Parulas Parultop dan Keturunannya Marga Siboro

Gambar
Judul tulisan ini adalah judul buku mengenai asal usul marga Siboro yang ditulis oleh Drs. Djabintang Hasiholan Siboro. Buku ini dikoleksi juga oleh perpustakaan Universiteit Leiden di Belanda. Tulisan di blog ini tidak sedikit yang mengutip buku ini maupun tulisan langsung dari penulis buku ini. Buku ini dikerjakan oleh tim beranggotakan 28 orang dari perkumpulan Siboro Jabodetabek (Punguan Siboro Dan Boruna Se-Jabodetabek) dengan Drs. Djabintang Hasiholan Siboro sebagai penulisnya, dan diluncurkan di acara Bona Taon Siboro & Boruna tahun 2016 di Gedung Graha Cibening. Buku ini mendapat kata sambutan dari Pdt. Anggiat B. Sagala (sesepuh marga Sagala Hutabagas), Drs. Irwan H Siboro (Dewan Penasehat Punguan Siboro Dan Boruna Se-Jabodetabek) dan Drs. Slamat Y. Siboro  (Ketua Umum Punguan Siboro & Boruna Se-Jabodetabek Periode Kepengurusan: 2012 2016). Penulis buku ini, Drs. Djabintang Hasiholan Siboro, adalah adalah anak ke 2 dari 7 bersaudara terdiri dari 3 laki-laki dan 4 pere

Apa sesungguhnya nama istri Datu Parulas Parultop?

Gambar
Oleh Drs. Djabintang Hasiholan Siboro Judul diatas mungkin dirasakan sebagai sesuatu yg aneh. Tapi kita harus menyadari bahwa hal ini sungguh sangat serius utk kita cermati, terkait dgn identitas dan jatidiri kita marga Siboro keturunan Datu Parulas Parultop (DPP). Kita jelas tidak mau di ombang-ambingkan oleh pernyataan/pendapat atau kesepakatan dari manapun atau dari siapapun, sehingga bisa membuat kita terperangkap dalam kebimbangan dan ketidak pastian. Kita tidak mau nama ompung boru kita yang sesungguhnya dihilangkan (dicoret) oleh pihak pihak yang tidak bertanggungjawab, entah siapapun itu, lalu menggantinya dgn nama lain yg selama ini tidak pernah kita dengar dan tidak pernah kita tahu nama itu. Terkait dengan hal ini mari kita ikuti uraian uraian atau kajian sebagai berikut: Pada tgl 28 Nopember 2023, diadakan Tonggo Raja Pomparan Ompung Raja Siboro , bertempat di Huta Lumban Pea, Desa Siboro, Kecamatan Sianjur Mula Mula, Kab. Samosir. Dari hasil Tonggo Raja itu disepakati 4 ha

Apakah Datu Parutop dan Datu Parulas Parultop orang yang sama?

Gambar
Apakah Datu Parultop atau disebut Tuan Pangultop Ultop yang ada di kerajaan Purba (Pematang Purba) adalah orang yang sama dengan Datu Parulas Parultop (DPP)? Berikut jawaban dari Drs. Djabintang Hasiholan Siboro : Purba Pakpak di Simalungun adalah keturunan dari Datu Parultop. Setelah menjadi raja di Pematang Purba Simalungun, sebutannya adalah Raja Tuan Pangultop Ultop. Semula arti Purba Pakpak adalah Purba Hun Pakpak (Purba yang datang dari Pakpak). Pertanyaannya: Purba yang datang dari Pakpak (dari Tuntung Batu Dairi) ini siapa? Itulah Datu Parultop. Beliau sebelum sampai di Pematang Purba Simalungun pernah tinggal di Tuntung Batu Pakpak. Lalu disana kawin dgn boru Sambo, putri dari Raja marga Sambo. Dari hasil perkawinan ini lahirlah seorang putra bernama Cibro. Tampaknya mirip, tapi sesungguhnya tdk ada kaitan makna antara Cibro dengan Siboro. Menurut keterangan salah seorang marga Cibro, Cibro artinya kecebong. Katanya Cibro waktu kecil sangat nakal/bandel, maka dijulukilah dia d

Bagaimana mengucapkan "siboro"

Gambar
Bagaimana mengucapkan marga "siboro" menurut situs umum HowToPronounce ? Lihat di situsnya . Saat situs tersebut dikutip di tulisan ini, ada 2 jenis pengucapan, satu pengucapan Indonesia dan satu lagi pengucapan Inggris. Pengucapan Indonesianya cukup baik dan benar.

"Siboro" dalam aksara Batak

Gambar
Siboro dalam aksara Batak Toba adalah sebagai berikut:  ᯘᯪᯅᯬᯒᯬ Semua smartphone dan PC asal tidak terlalu tua biasanya mendukung unicode dan bisa menampilkan aksara Batak di atas, karena baik Android, iPhone/iPad maupun Windows/Mac sudah dilengkapi dengan font global Noto Sans yang mencakup aksara Batak. (Ilustrasi) Namun untuk menulis aksara Batak, kamu biasanya perlu meng-install keyboard untuk menuliskannya. Keyboard yang bisa kamu gunakan dan mendukung Android/iPhone/iPad/Windows/Mac adalah Keyman . Setelah kamu install aplikasi Keyman, install keyboard Batak -nya. Jika kurang jelas caranya, bisa coba lihat video tutorial berikut: https://youtu.be/dtH4KcvKdls?si=33MJRVipDvJzMD81&t=70 Jika kamu belum bisa menulis dalam aksara Batak Toba namun ingin tahu apa aksara Batak-nya suatu kata atau kalimat, kamu bisa menggunakan transliterator Batak Toba ini.

Datu Parultop dan Datu Parulas (12)

Gambar
 Oleh  Drs. Djabintang Hasiholan Siboro (Lihat  bagian 1 ,  2 ,  3 ,  4 ,  5 ,  6 ,  7 ,  8 , 9 , 10 dan 11 sebelum membaca bagian 12 ini) Sebuah Pesan DPP Sebelum Meninggalkan Negeri Harian Nainggolan    Sebelum pergi meninggalkan Harian Nainggolan, DPP sempat berpesan kpd orang yg dipercaya di kampung itu. Inilah pesannya: " DIKEMUDIAN HARI, ANAK YG AKAN LAHIR NANTI AKAN AKAN TAHU SIAPA AYAHNYA YG SESUNGGUHNYA (AYAH KANDUNGNYA). Lama Bertahun tahun kabar mengenai pesan ini sampai juga kepada beberapa orang tua (leluhur kita) dulu di Sagala. Tapi berita ini tahun demi tahun kemudian secara perlahan lahan hilang dari ingatan.   DPP akhirnya pergi juga meninggalkan Harian Nainggolan menyeberang menuju Tipang Bakkara, tanah kelahiran dan tanah leluhurnya. Sudah barang tentu berjumpa dengan sanak saudaranya keturunan Datu Rajin, adik dari orang tuanya somalate. Di Tipang Bakkara DPP hanya tinggal beberapa hari,  sambil mengenang, bahwa Dia dahulu lahir sampai remaja dewasa di tanah

Datu Parultop dan Datu Parulas (11)

Gambar
Oleh Drs. Djabintang Hasiholan Siboro (Lihat  bagian 1 ,  2 ,  3 ,  4 ,  5 ,  6 ,  7 ,  8 , 9 dan 10 sebelum membaca bagian 11 ini) Langkah kaki DPP belum berakhir, dari Rianiate DPP masih melanjutkan perjalanannya ke arah selatan Pulau Samosir, melewati berbagai kampung atau desa, seperti negeri Simbolon, Mogang, Palipi dan Urat yg dihuni oleh marga marga Simbolon, Sinaga, Situmorang dan Pandiangan. Di seberang danau disebelah kanan terdapat juga desa desa, antara lain Sihotang, Tamba, Sabulan dan Janjiraja, dihuni marga Sihotang, marga Tamba dan marga Situmorang. Ketika DPP memandang ke negeri Sabulan, dia mengingat dan mengenang kembali pengalaman masa lalunya.   Di negeri Sabulan inilah DPP sepakat untuk berpisah dengan saudara kembarnya Datu Parultop, mereka menempuh jalan hidup masing masing. Dari Sabulan dan Janjiraja inilah dahulu titik awal pengembaraan DPP.   Perjalanan dilanjutkan, DPP akhirnya berhenti di sebuah daerah, yaitu negeri " Nainggolan." Tentang kebera

Desa Bonan Dolok dalam video

Gambar
Desa Bonan Dolok , daerah transmigrasi marga Siboro dalam video (oleh @Aldo Siboro). Bisa juga dilihat di YouTube .

Menulusuri jalan di desa Bonan Dolok

Gambar
Menelusuri jalan di desa Bonan Dolok , daerah transmigrasi marga Siboro (video oleh @rgt).

Desa Bonan Dolok dalam foto

Gambar
Foto-foto desa Bonan Dolok , daerah transmigrasi lokal marga Siboro . Desa Bonan Dolok (foto oleh @Aldo Siboro) Desa Bonan Dolok (foto oleh @Aldo Siboro) Desa Bonan Dolok (foto oleh @Aldo Siboro)  

Desa Bonan Dolok dari udara

Gambar
Desa Bonan Dolok , daerah transmigrasi lokal marga Siboro , dilihat dari udara dengan drone. (Dikutip dari Instagram Khairul Adha Situmorang )

Marga "Siboro" terbanyak di dunia di Indonesia, kemudian dimana?

Gambar
Menurut informasi forebears.io , yg mengumpulkan data nama dan marga dari seluruh dunia, marga (surname) "Siboro" terbanyak di dunia adalah di Indonesia (68%).  Menarik untuk diketahui bahwa marga "Siboro" terbanyak ke dua di dunia adalah di Chad, Afrika (21%). Lihat di https://forebears.io/surnames/siboro . Namun ini marga Siboro yang tidak ada hubungannya dengan Siboro keturunan Datu Parulas Parultop , leluhur marga Siboro suku Batak.

Datu Parultop dan Datu Parulas (10)

Gambar
Oleh  Drs. Djabintang Hasiholan Siboro (Lihat  bagian 1 ,  2 ,  3 ,  4 ,  5 ,  6 ,  7 ,  8 dan 9 sebelum membaca bagian 10 ini) DPP Pergi Meninggalkan Negeri Sagala Berangkatlah DPP melangkahkan kakinya meninggalkan negeri Sagala menuju ke arah timur, menyusuri tebing dan lereng Gunung Pusuk Buhit. Ketika kakinya berhenti diatas Pandulangan (sekarang huta Pandulangan), DPP sambil menghela nafas duduk di sebuah batu. Dia mengarahkan pandangannya ke Danau Toba dan tampak gelombang berkejar kejaran  menuju pantai, lalu airnya surut kembali menyatu dgn dirinya sendiri. DPP masih mengarahkan pandangannya sampai jauh ke utara, tampaklah Hararanggaol dan Siboro Gaung Gaung meskiipun tidak begitu jelas kelihatan dari kejauhan. DPP mengingat dan merenungkan kembali seluruh perjalanan hidupnya hingga di negeri Sagala. Ketika pikiran DPP dirangsang oleh ingatan akan anak anaknya yang ditinggalkannya, tiba tiba bergetar dan berkecamuklah jiwa DPP, ada niat untuk kembali bertemu dan berkumpul dgn

Datu Parultop dan Datu Parulas (9)

Gambar
    Oleh  Drs. Djabintang Hasiholan Siboro (Lihat  bagian 1 ,  2 ,  3 ,  4 ,  5 ,  6 ,  7  dan 8 sebelum membaca bagian 9 ini) Catatan penting Sebelum melanjutkan cerita DPP berikutnya, ada 2  hal penting yang perlu disampaikan disini: 1. Tidak lama (beberapa hari kemudian) setelah DPP menerima tanah yang luas dari TMNH II, datanglah Suha dgn maksud utk berbicara dengan DPP. Suha merasa tugasnya sdh selesai di negeri Sagala, karena itu dia ingin pulang ke Haranggaol dan disampaikanlah niatnya itu kpd DPP. Dengan rasa haru DPP mencegah niat si Suha dan mengatakan: " Kamu janganlah pulang kembali ke Haranggaol , biarlah kita disini bersama sama. Kamu tdk perlu khawatir, sebab begitu luas tanah disini yg bisa kita olah sebagai sumber penghidupan !" Suha tdk menjawab, hanya tertunduk pertanda mengyakan. 2. Ada yg bertanya: " Bagaimana mungkin TMNH II bisa menyerahkan tanah seluas itu kpd DPP tanpa persetujuan dari haha anggina (abang adiknya), yaitu  Sagala Hutaruar dan Sa

Datu Parultop dan Datu Parulas (8)

Gambar
   Oleh  Drs. Djabintang Hasiholan Siboro (Lihat  bagian 1 ,  2 ,  3 ,  4 ,  5 ,  6  dan 7 sebelum membaca bagian 7 ini) DPP Menikah Hari hari seusai mengadakan acara ucapan syukur kpd Mulajadi Nabolon dgn makan bersama di halaman rumah Tuan Mula Ni Huta II Sagala Hutabagas, suasana huta Sagala kini menjadi berbeda. Hari hari menjadi riang gembira ketika penduduk kampung pergi ke sawah bekerja mencari nafkah. Ibu ibu tdk lagi merasa takut melepaskan anaknya keluar dari rumah. Angin berhembus sepoi sepoi ditimpa sinar mentari dipagi hari, sungguh suasana sangat menyenangkan. Tibalah saatnya TMNH II merasa perlu bertemu dan berbicara dgn DPP. Hal ini sehubungan dgn janjinya kpd DPP, lalu beliau  dengan didampingi oleh 7 putrinya mulai berbicara: TMNH II     :  " Sesuai dengan perjanjian kita, disini ada 7 putri saya, pilihlah siapa yg akan menjadi istrimu." DPP      :  Sebelum menjawab, DPP mengamati dan memperhatikan putri raja satu persatu, mulai dari yg sulung sampai putri

Datu Parultop dan Datu Parulas (7)

Gambar
  Oleh  Drs. Djabintang Hasiholan Siboro (Lihat  bagian 1 ,  2 ,  3 ,  4 ,  5  dan 6 sebelum membaca bagian 7 ini) Bunga layu dan berguguran di Siboro Gaung Gaung ketika DPP meninggal (mati sekarat?) Sebelum dilanjutkan cerita DPP berikutnya, sejenak mari kita pertanyakan dulu mengenai babi berkalung rantai dan burung elang berkepala 7. Adalah sangat sulit diterima kalau ke 2 makhluk ini selalu menyusahkan dan membuat menderita penduduk negeri Sagala. Apakah tidak ada di jaman itu diantara penduduk negeri Sagala yg memiliki ilmu (kesaktian) untuk mengusir/membunuh ke 2 mahluk itu? Kemungkinan besar ada dukun sakti marga Sagala, tapi ilmunya tdk cukup ampuh menghadapi ke 2 makhluk itu.  Sehubungan dgn hal tersebut diatas, banyak cerita yg dimiliki berbagai marga di tanah batak. Dahulu, katanya sering terjadi perselisihan dan permusuhan antar kampung dan antar marga, tdk jarang akhirnya memicu perang beradu kekuatan. Kalau sdh berperang, maka peralatan yg digunakan bukan hanya bersifat

Datu Parultop dan Datu Parulas (6)

Gambar
 Oleh  Drs. Djabintang Hasiholan Siboro (Lihat  bagian 1 ,  2 ,  3 , 4 dan 5  sebelum membaca bagian 6 ini) Setelah Datu Parulas Parultop (DPP) masuk ke rumah atas ajakan  penduduk tuan rumah, terjadilah saling bertutur sapa dan memperkenalkan diri masing2. Tuan rumah  (penduduk) adalah marga Sagala (utk selanjutnya kita sebut si Sagala) dan DPP juga memperkenalkan dirinya marga Purba Sigulang Batu. Menjawab pertanyaan DPP mengapa rumah rumah penduduk tertutup pintunya semua? Si Sagala menjelaskan: Bahwa telah berhari hari dan berminggu minggu penduduk negeri Sagala mengalami kesusahan dan merasa ketakutan karena ulah 2 jenis binatang (makhluk aneh) yg belum pernah dikenal selama ini, yaitu: "Aili Siparrante" (babi hutan berkalung rantai) dan "Lali Sipitu Tahal" (elang bekepala 7). Ketika tiba malam hari babi hutan merusak tanaman penduduk, sdh sangat banyak yg dirusaknya. Jika ada penduduk yg mencoba menghalau, babi hutan justru akan menyerang dan melukai penduduk

Datu Parultop dan Datu Parulas (5)

Gambar
 Oleh  Drs. Djabintang Hasiholan Siboro (Lihat  bagian 1 ,  2 ,  3  dan 4 sebelum membaca bagian 5 ini) Jiwa pengembara dan berkelana sdh menjadi karakter Datu Parulas Parultop (DPP), maka tibalah waktu melangkahkan kaki, meninggalkan kampung/huta Siboro Gaung Gaung dan tidak lupa membawa ultopnya. Angin berhembus entah dari mana datangnya, dan entah kemana perginya, tapi DPP tahu dari mana datangnya, namun tdk tahu pasti perginya kemana. Dalam perjalanannya DPP memilih berjalan kaki sambil mangultop burung. Kalau mau... konon DPP berkat kesaktiannya dapat juga berjalan diatas air mengarungi Danau Toba, dengan memakai sarana bulung sukkit, yaitu sejenis palem hutan. Dengan nengikuti irama kemana kaki melangkah, DPP menyusuri pesisir utara dan pesisir barat pantai Danau Toba. Kampung demi kampung dilalui, dan waktu itu penduduk kampung2 yg dilalui belum banyak, terkadang DPP berhenti utk beristirahat dan bermalam di suatu kampung. Usai beristirahat dan bermalan, DPP melanjutkan perjala

"Siboro" di manuskrip tua Batak

Gambar
Apakah ada nama "Siboro" baik sebagai marga maupun nama tempat di manuskrip tua Batak? Berikut manuskrip tua Batak yang diketahui mengandung nama Siboro: 1)  Manuskrip Batak di Garrett Collection Di paper ini dituliskan tentang manuskrip ketiga di Garret Collection di Princeton University Library, dengan topik "parmanuhon adji nangka piring". Di manuskrip ini tertulis nama-nama kepada siapa manuskrip ini diberikan secara berurut.  - Manuskrip ini berasal dari Namora Nai Borhu, - dipelajari oleh Si Radja Urang Pardosi - diajarkan ke Pande... (sebagian dari namanya tidak terbaca). - dia ajarkan ke Guru Humuntal Radja Par ... ilan ni adji Namora Simatupang - diajarkan ke Guru Hapea ni adji Sihombing Lumban Toruan - diajarkan ke Guru So Masangkut ni adji Samusir (ini seharusnya Samosir) yang hidup di kampung [Pe?]ja Raja milik Simanullang Lumban na Mungkut - diajarkan ke saudara iparnya Datu Ronggur ni adji, yang marganya tidak terbaca. - kemudian bersambung ke halaman

Datu Parultop dan Datu Parulas (4)

Gambar
Oleh  Drs. Djabintang Hasiholan Siboro (Lihat  bagian 1 ,  2  dan 3 sebelum membaca bagian 4 ini) Puncak bukit Siboro Gaung Gaung diperkirakan luasnya kurang lebih 1,5 -- 2 ha. Agak terbatas pemandangan ke sekeliling, karena tempat ini dipenuhi rumput ilalang yg tinggi tinggi. Tempat ini tdk ada penghuninya. Di suatu titik yg agak bersih dari rumput ilalang, terdapat tumpukan pecahan batu. Setelah diperhatikan, ada batu tampak seperti alas tiang rumah disitu, hanya itu yg ada di tempat ini. Sudah pasti pernah berdiri rumah disitu, tapi kita tdk tahu kapan orang tinggal disitu. Sekarang kita kembali kpd Datu Parulas Parultop (DPP), tentu saja dgn versi yg mungkin berbeda dgn yg lain. Biarlah itu menjadi masukan kepada tim yg bartugas utk itu. Seperti biasa DPP menjalani hari-harinya dgn kesibukan2, yaitu mangultop burung, mengobati orang yg sakit jika diperlukan pertolongannya dan membantu penduduk di daerah Haranggaol yg terancam oleh orang luar yg ingin memeranginya. Dahulu di berba

Datu Parultop dan Datu Parulas (3)

Gambar
Oleh  Drs. Djabintang Hasiholan Siboro (Lihat  bagian 1  dan 2 sebelum membaca bagian 3 ini) Hari berganti hari, pada suatu saat setelah menapaki titik titik perjalanannya yg panjang dan mungkin berliku, Datu Parulas Parultop (DPP) tau tau sudah berada ( bertempat tinggal) di bukit Siboro Gaung gaung. Status DPP di Siboro Gaung Gaung adalah sebagai pendatang, karena disitu sdh ada yg menghuni tempat itu sebelumnnya. Kuat dugaan dan sangat masuk akal, bahwa yang menghuni huta Siboro Gaung Gaung adalah marga Purba Dasuha. Bagaimana memastikan penghuni huta/kampung itu adalah Purba Dasuha? Untuk itu kita perlu melakukan sebuah kajian sebagai berikut: Sebagaimana kita ketahui  kampung Siboro Gaung Gaung adalah bagian dari daerah Haranggaol . Wilayah kerajaan Pematang Purba dibagi dalam wilayah2 administatif. Wilayah2 ini disebut Pertuanan Pertuanan. Haranggaol termasuk salah satu Pertuanan. Informasi dari berbagai sumber tulisan maupun fakta menyebut, raja Pematang Purba pada awalnya ber