Postingan

Menampilkan postingan dengan label Datu Parulas Parultop

Pulau "milik" marga Siboro di danau Toba

Gambar
Salah satu pulau yang sering disebut sebagai salah satu daya tarik pariwisata di daerah danau Toba adalah Pulau Tulas . Pulau ini disebut juga Pulau Siboro, karena pulau ini adalah "milik" marga Siboro. Pulau Tulas itu masuk dalam wilayah Desa Siboro, Sianjurmula-mula, Samosir. Desa Siboro merupakan tempat yang membuat pengunjung terkesima melihat keindahan Pulau Tulas. Berikut kutipan dari tulisan di media online Tribun: Dari desa tersebut, setiap pengunjung dapat melihat betapa hijaunya Pulau Tulas. Dari Kota Pangururan, pengunjung dapat mencapai Desa Siboro tidak sampai hitungan jam dengan menaiki kendaraan; sepeda motor dan mobil. Jalan menuju desa tersebut sudah tergolong baik dan lancar. Dengan demikian, para pengunjung tidak akan kesulitan sampat ke desa tersebut. Dari penuturan seorang pengunjung Sahat Sihombing yang sehari-harinya senang bertulang dan mengabadikan momen seputar Danau Toba menuturkan bahwa ada kepuasan tersendiri saat berada di Desa Siboro sembari me...

Para tokoh yang bernama mirip dengan Datu Parulas Parultop

Gambar
Siboro adalah salah satu marga yang mengaku sebagai keturunan dari Datu Parulas Parultop , yang diakui juga oleh Lumbanraja dan Lumbantoruan (lihat " Dimana saja ada jejak Datu Parulas Parultop? ") Selain leluhur yang diklaim oleh banyak marga ini, ada juga para tokoh lain yang bernama mirip dengan Datu Parulas Parultop . Apakah mereka orang yang sama? 1. Tuan Horsik : menurut buku " Kerajaan Dolog Silou: Silsilah, Perkembangan dan Kesudahannya ”, Tuan Horsik adalah raja Nagur Dolog Silou, yang adalah kerajaan penerus kerajaan Nagur yang dikalahkan oleh Aceh (lihat kerajaan-kerajaan di Simalungun di   bagan ini ). Raja Horsik adalah menantu dari raja Nagur sebelumnya, dan diberi gelar Jigou saat menjadi raja. Tuan Horsik dikenal dengan nama Pangultopultop . Masa hidup mencakup masa Sultan Aceh ke-3 Alauddin Ri'ayat Syah al-Kahar (1537-1571). 2. Sindarlela , dikenal dengan nama Pangultobultob . Sindarlela adalah anak dari Tuan Horsik, yang diangkat menjadi raja Silou ...

Kisah Datu Parulas Parultop menyumpit dan mengikuti seekor burung

Gambar
Kisah Datu Parulas Parultop menyumpit seekor burung namun meleset, dan beliau terus mengikutinya sampai ke suatu tempat di mana dia kemudian tinggal, dikisahkan oleh keturunannya marga Siboro, seperti tertulis di  Kisah Datu Parulas Parultop menurut Punguan Siboro Se-Jabodetabek  di bawah ini. Kisah yang mirip ada juga di pihak lain yang kemungkinan adalah juga keturunan dari Datu Parulas Parultop: -  Kisah Raja Parultep menurut Silahi Sabungan - Kisah Tuan Horsik ( Pangultop-ultop) menurut sejarah  kerajaan Dolog Silou Kisah Datu Parulas Parultop menurut keturunannya marga Siboro BAB VI PERJALANAN OP. DPP KE NEGERI SAGALA A. OP. DPP PERGI DARI HUTA SIBORO GAUNG-GAUNG Sesampainya di daerah Tongging, Op. DPP melihat seekor burung yang sangat bagus bulunya. Dia ingin menangkap burung itu hidup- hidup tetapi tidak tertangkap, lalu di ultopnya. Namun begitu anak panah ultopnya baru melesat, burung itu sudah terbang lagi. Op. DPP mengikuti burung itu terus-menerus kemana ...

Apa sesungguhnya nama istri Datu Parulas Parultop?

Gambar
Oleh Drs. Djabintang Hasiholan Siboro  (12 Desember 2023) Judul diatas mungkin dirasakan sebagai sesuatu yg aneh. Tapi kita harus menyadari bahwa hal ini sungguh sangat serius utk kita cermati, terkait dgn identitas dan jati diri kita marga Siboro keturunan Datu Parulas Parultop (DPP). Kita jelas tidak mau di ombang-ambingkan oleh pernyataan/pendapat atau kesepakatan dari manapun atau dari siapapun, sehingga bisa membuat kita terperangkap dalam kebimbangan dan ketidak pastian. Kita tidak mau nama ompung boru kita yang sesungguhnya dihilangkan (dicoret) oleh pihak pihak yang tidak bertanggungjawab, entah siapapun itu, lalu menggantinya dgn nama lain yg selama ini tidak pernah kita dengar dan tidak pernah kita tahu nama itu. Terkait dengan hal ini mari kita ikuti uraian uraian atau kajian sebagai berikut: Pada tgl 28 Nopember 2023, diadakan Tonggo Raja Pomparan Ompung Raja Siboro , bertempat di Huta Lumban Pea, Desa Siboro, Kecamatan Sianjur Mula Mula, Kab. Samosir. Dari hasil T...

Apakah Datu Parutop dan Datu Parulas Parultop orang yang sama?

Gambar
Apakah Datu Parultop atau disebut Tuan Pangultop Ultop yang ada di kerajaan Purba (Pematang Purba) adalah orang yang sama dengan Datu Parulas Parultop (DPP)? Berikut jawaban dari Drs. Djabintang Hasiholan Siboro : Purba Pakpak di Simalungun adalah keturunan dari Datu Parultop. Setelah menjadi raja di Pematang Purba Simalungun, sebutannya adalah Raja Tuan Pangultop Ultop. Semula arti Purba Pakpak adalah Purba Hun Pakpak (Purba yang datang dari Pakpak). Pertanyaannya: Purba yang datang dari Pakpak (dari Tuntung Batu Dairi) ini siapa? Itulah Datu Parultop. Beliau sebelum sampai di Pematang Purba Simalungun pernah tinggal di Tuntung Batu Pakpak. Lalu disana kawin dgn boru Sambo, putri dari Raja marga Sambo. Dari hasil perkawinan ini lahirlah seorang putra bernama Cibro. Tampaknya mirip, tapi sesungguhnya tdk ada kaitan makna antara Cibro dengan Siboro. Menurut keterangan salah seorang marga Cibro, Cibro artinya kecebong. Katanya Cibro waktu kecil sangat nakal/bandel, maka dij...

Datu Parultop dan Datu Parulas (12)

Gambar
 Oleh  Drs. Djabintang Hasiholan Siboro  (9 November 2023) (Tulisan ini adalah bagian 12 dari 12 tulisan bersambung tentang sejarah Datu Parulas Parultop. Lihat  bagian 1 ,  2 ,  3 ,  4 ,  5 ,  6 ,  7 ,  8 , 9 , 10 dan 11 sebelum membaca bagian 12 ini) Sebuah Pesan DPP Sebelum Meninggalkan Negeri Harian Nainggolan    Sebelum pergi meninggalkan Harian Nainggolan, DPP sempat berpesan kpd orang yg dipercaya di kampung itu. Inilah pesannya: " DIKEMUDIAN HARI, ANAK YG AKAN LAHIR NANTI AKAN AKAN TAHU SIAPA AYAHNYA YG SESUNGGUHNYA (AYAH KANDUNGNYA). Lama Bertahun tahun kabar mengenai pesan ini sampai juga kepada beberapa orang tua (leluhur kita) dulu di Sagala. Tapi berita ini tahun demi tahun kemudian secara perlahan lahan hilang dari ingatan.   DPP akhirnya pergi juga meninggalkan Harian Nainggolan menyeberang menuju Tipang Bakkara, tanah kelahiran dan tanah leluhurnya. Sudah barang tentu berjumpa dengan sanak saudaranya...

Datu Parultop dan Datu Parulas (11)

Gambar
Oleh Drs. Djabintang Hasiholan Siboro  (5 November 2023) (Tulisan ini adalah bagian 11 dari 12 tulisan bersambung tentang sejarah Datu Parulas Parultop. Lihat  bagian 1 ,  2 ,  3 ,  4 ,  5 ,  6 ,  7 ,  8 , 9 dan 10 sebelum membaca bagian 11 ini) Langkah kaki DPP belum berakhir, dari Rianiate DPP masih melanjutkan perjalanannya ke arah selatan Pulau Samosir, melewati berbagai kampung atau desa, seperti negeri Simbolon, Mogang, Palipi dan Urat yg dihuni oleh marga marga Simbolon, Sinaga, Situmorang dan Pandiangan. Di seberang danau disebelah kanan terdapat juga desa desa, antara lain Sihotang, Tamba, Sabulan dan Janjiraja, dihuni marga Sihotang, marga Tamba dan marga Situmorang. Ketika DPP memandang ke negeri Sabulan, dia mengingat dan mengenang kembali pengalaman masa lalunya.   Di negeri Sabulan inilah DPP sepakat untuk berpisah dengan saudara kembarnya Datu Parultop, mereka menempuh jalan hidup masing masing. Dari Sabulan da...

Datu Parultop dan Datu Parulas (10)

Gambar
Oleh  Drs. Djabintang Hasiholan Siboro  (15 Oktober 2023) (Tulisan ini adalah bagian 6 dari 12 tulisan bersambung tentang sejarah Datu Parulas Parultop. Lihat  bagian 1 ,  2 ,  3 ,  4 ,  5 ,  6 ,  7 ,  8 dan 9 sebelum membaca bagian 10 ini) DPP Pergi Meninggalkan Negeri Sagala Berangkatlah DPP melangkahkan kakinya meninggalkan negeri Sagala menuju ke arah timur, menyusuri tebing dan lereng Gunung Pusuk Buhit. Ketika kakinya berhenti diatas Pandulangan (sekarang huta Pandulangan), DPP sambil menghela nafas duduk di sebuah batu. Dia mengarahkan pandangannya ke Danau Toba dan tampak gelombang berkejar kejaran  menuju pantai, lalu airnya surut kembali menyatu dgn dirinya sendiri. DPP masih mengarahkan pandangannya sampai jauh ke utara, tampaklah Hararanggaol dan Siboro Gaung Gaung meskiipun tidak begitu jelas kelihatan dari kejauhan. DPP mengingat dan merenungkan kembali seluruh perjalanan hidupnya hingga di negeri Sagala. Ketika piki...

Datu Parultop dan Datu Parulas (9)

Gambar
    Oleh  Drs. Djabintang Hasiholan Siboro  (13 Oktober 2023) (Tulisan ini adalah bagian 9 dari 12 tulisan bersambung tentang sejarah Datu Parulas Parultop. Lihat  bagian 1 ,  2 ,  3 ,  4 ,  5 ,  6 ,  7  dan 8 sebelum membaca bagian 9 ini) Catatan penting Sebelum melanjutkan cerita DPP berikutnya, ada 2  hal penting yang perlu disampaikan disini: 1. Tidak lama (beberapa hari kemudian) setelah DPP menerima tanah yang luas dari TMNH II, datanglah Suha dgn maksud utk berbicara dengan DPP. Suha merasa tugasnya sdh selesai di negeri Sagala, karena itu dia ingin pulang ke Haranggaol dan disampaikanlah niatnya itu kpd DPP. Dengan rasa haru DPP mencegah niat si Suha dan mengatakan: " Kamu janganlah pulang kembali ke Haranggaol , biarlah kita disini bersama sama. Kamu tdk perlu khawatir, sebab begitu luas tanah disini yg bisa kita olah sebagai sumber penghidupan !" Suha tdk menjawab, hanya tertunduk pertanda mengyakan. 2. Ada yg ...

Datu Parultop dan Datu Parulas (8)

Gambar
   Oleh  Drs. Djabintang Hasiholan Siboro  (12 Oktober 2023) (Tulisan ini adalah bagian 8 dari 12 tulisan bersambung tentang sejarah Datu Parulas Parultop. Lihat  bagian 1 ,  2 ,  3 ,  4 ,  5 ,  6  dan 7 sebelum membaca bagian 7 ini) DPP Menikah Hari hari seusai mengadakan acara ucapan syukur kpd Mulajadi Nabolon dgn makan bersama di halaman rumah Tuan Mula Ni Huta II Sagala Hutabagas, suasana huta Sagala kini menjadi berbeda. Hari hari menjadi riang gembira ketika penduduk kampung pergi ke sawah bekerja mencari nafkah. Ibu ibu tdk lagi merasa takut melepaskan anaknya keluar dari rumah. Angin berhembus sepoi sepoi ditimpa sinar mentari dipagi hari, sungguh suasana sangat menyenangkan. Tibalah saatnya TMNH II merasa perlu bertemu dan berbicara dgn DPP. Hal ini sehubungan dgn janjinya kpd DPP, lalu beliau  dengan didampingi oleh 7 putrinya mulai berbicara: TMNH II     :  " Sesuai dengan perjanjian kita, disin...

Datu Parultop dan Datu Parulas (7)

Gambar
  Oleh  Drs. Djabintang Hasiholan Siboro  (11 Oktober 2023) (Tulisan ini adalah bagian 7 dari 12 tulisan bersambung tentang sejarah Datu Parulas Parultop. Lihat  bagian 1 ,  2 ,  3 ,  4 ,  5  dan 6 sebelum membaca bagian 7 ini) Bunga layu dan berguguran di Siboro Gaung Gaung ketika DPP meninggal (mati sekarat?) Sebelum dilanjutkan cerita DPP berikutnya, sejenak mari kita pertanyakan dulu mengenai babi berkalung rantai dan burung elang berkepala 7. Adalah sangat sulit diterima kalau ke 2 makhluk ini selalu menyusahkan dan membuat menderita penduduk negeri Sagala. Apakah tidak ada di jaman itu diantara penduduk negeri Sagala yg memiliki ilmu (kesaktian) untuk mengusir/membunuh ke 2 mahluk itu? Kemungkinan besar ada dukun sakti marga Sagala, tapi ilmunya tdk cukup ampuh menghadapi ke 2 makhluk itu.  Sehubungan dgn hal tersebut diatas, banyak cerita yg dimiliki berbagai marga di tanah batak. Dahulu, katanya sering terjadi perselisihan dan p...

Datu Parultop dan Datu Parulas (6)

Gambar
 Oleh  Drs. Djabintang Hasiholan Siboro  (9 Oktober 2023) (Tulisan ini adalah bagian 6 dari 12 tulisan bersambung tentang sejarah Datu Parulas Parultop. Lihat  bagian 1 ,  2 ,  3 , 4 dan 5  sebelum membaca bagian 6 ini) Setelah Datu Parulas Parultop (DPP) masuk ke rumah atas ajakan  penduduk tuan rumah, terjadilah saling bertutur sapa dan memperkenalkan diri masing2. Tuan rumah  (penduduk) adalah marga Sagala (utk selanjutnya kita sebut si Sagala) dan DPP juga memperkenalkan dirinya marga Purba Sigulang Batu. Menjawab pertanyaan DPP mengapa rumah rumah penduduk tertutup pintunya semua? Si Sagala menjelaskan: Bahwa telah berhari hari dan berminggu minggu penduduk negeri Sagala mengalami kesusahan dan merasa ketakutan karena ulah 2 jenis binatang (makhluk aneh) yg belum pernah dikenal selama ini, yaitu: "Aili Siparrante" (babi hutan berkalung rantai) dan "Lali Sipitu Tahal" (elang bekepala 7). Ketika tiba malam hari babi hutan merusak tan...

Datu Parultop dan Datu Parulas (5)

Gambar
 Oleh  Drs. Djabintang Hasiholan Siboro  (6 Oktober 2023) (Tulisan ini adalah bagian 5 dari 12 tulisan bersambung tentang sejarah Datu Parulas Parultop. Lihat  bagian 1 ,  2 ,  3  dan 4 sebelum membaca bagian 5 ini) Jiwa pengembara dan berkelana sdh menjadi karakter Datu Parulas Parultop (DPP), maka tibalah waktu melangkahkan kaki, meninggalkan kampung/huta Siboro Gaung Gaung dan tidak lupa membawa ultopnya. Angin berhembus entah dari mana datangnya, dan entah kemana perginya, tapi DPP tahu dari mana datangnya, namun tdk tahu pasti perginya kemana. Dalam perjalanannya DPP memilih berjalan kaki sambil mangultop burung. Kalau mau... konon DPP berkat kesaktiannya dapat juga berjalan diatas air mengarungi Danau Toba, dengan memakai sarana bulung sukkit, yaitu sejenis palem hutan. Dengan nengikuti irama kemana kaki melangkah, DPP menyusuri pesisir utara dan pesisir barat pantai Danau Toba. Kampung demi kampung dilalui, dan waktu itu penduduk kampung2 ...