Datu Parultop dan Datu Parulas (3)

Oleh Drs. Djabintang Hasiholan Siboro

(Lihat bagian 1 dan 2 sebelum membaca bagian 3 ini)

Hari berganti hari, pada suatu saat setelah menapaki titik titik perjalanannya yg panjang dan mungkin berliku, Datu Parulas Parultop (DPP) tau tau sudah berada ( bertempat tinggal) di bukit Siboro Gaung gaung. Status DPP di Siboro Gaung Gaung adalah sebagai pendatang, karena disitu sdh ada yg menghuni tempat itu sebelumnnya. Kuat dugaan dan sangat masuk akal, bahwa yang menghuni huta Siboro Gaung Gaung adalah marga Purba Dasuha. Bagaimana memastikan penghuni huta/kampung itu adalah Purba Dasuha? Untuk itu kita perlu melakukan sebuah kajian sebagai berikut:

Sebagaimana kita ketahui  kampung Siboro Gaung Gaung adalah bagian dari daerah Haranggaol. Wilayah kerajaan Pematang Purba dibagi dalam wilayah2 administatif. Wilayah2 ini disebut Pertuanan Pertuanan. Haranggaol termasuk salah satu Pertuanan. Informasi dari berbagai sumber tulisan maupun fakta menyebut, raja Pematang Purba pada awalnya berdirinya adalah Raja Tuan Simallobong marga Purba Dasuha. Jadi...sangat masuk di akal kalau penghuni kampung Siboro Gaung Gaung adalah marga Purba Dasuha, dimana kampung ini dan Harabggaol masuk dalam wilayah kerajaan Raja Tuan Simallobong marga Purba Dasuha.

Dalam hari hari perkenalan tarjadi ma songon na nidok umpasa: " Jolo tiniptip sanggar bahen huru huruan, jolo sinukkun marga asa binoto partuturan. Terjadilah dialog dan saling bertanya antara DPP dan Purba Dasuha. Ternyata mereka sama sama menyandang marga Purba, yang satu Purba dari Toba dan yg satunya lagi Purba penduduk asli Simalungun, mereka mengaku " marsanina." Rupanya semakin lama semakin akrablah mereka. Pikiran, hati dan jiwa mereka sepertinya bersenyawa. Berikrarlah mereka seperti abang beradik kandung. DPP memanggil abang kpd Purba Dasuha dan sebaliknya Purba Dasuha memanggil Adik kpd DPP.

Purba Dasuha ternyata ada mempunyai anak, nama kecilnya pastilah ada. Tapi dari cerita yg kita tahu anak tersebut dipanggil namanya si Suha. Suha ini sangat disayangi oleh DPP dan sdh dianggap sebagai belahan jiwanya. Suha sdh dianggap seperti anak kandungnya sendiri. Kalau jiwa dan bathin sdh saling terikat, betapa indahnya hubungan na marsanina. Agar hubungan na marsanina dapat terpelihara dgn baik, maka ingatlah salah satu dasar filosofi Dalihan Na Tolu, yaitu: " Manat Mardongan Tubu."

Siboro Gaung Gaung sangat terjal dari semua sisi. Untuk bisa sampai ke bukitnya memerlukan tekat, mental dan motivasi yg tinggi, kalau tidak pasti  gagal. Kita harus merangkak naik hanya mengandalkan pegangan pada tumbuhan2 kecil dan batang ilalang. Merangkak naik keatas seperti menggantung melayang layang ( gaung gaung). Mungkin karena itulah tempat ini disebut Siboro Gaung Gaung. Nah... di lembah sempit dibawah bukit ini terdapat sebuah sungai yg sangat jernih. Di kiri kanan sungai ditumbuhi pohon pohon alami yg besar besar. Sungai ini bersumber dari air yg nemancar keluar dari dinding bukit. Di samping sungai sebelah kiru ada sebuah liang ( ini Nyata). Menurut cerita orang orang di Haranggaol, di liang inilah DPP duduk dan beristirahat sebelum mandi.

Sungai Siboro Gaung Gaung sangat jernih dan mempesona, terlebih karena airnya memancar keluar dari dinding bukit. Untuk itu, saya mohon diperkenankan menggambarkan keindahan sungai itu dgn puisi dan syair:

Engkau adalah kekuatan sekaligus kelembutan,

Engkau kekembutan sekaligus sumber hidup,

Entah dari mana asalmu, tapi kutahu,

Engkau memulai perjalananmu dari hulu,

Tentu perjalanmu pasti menuruni bukit terjal dan menyusuri lembah penuh bebatuan,

Seandainya bisa aku rindu mendengar ceritamu, disepanjang perjalananmu yg berliku,

Engkau melebur di muara pelabuhan Haranggaol, lalu menguap menghiasi awan awan,

Seandainya engkau bisa berbicara dan menjawab apa yg kumaksud,

Maka engkaulah yg kumaksud " O...Sungai Siboro Gaung Gaung!!"

(Bersambung ke bagian 4)

(Gambar adalah sekedar ilustrasi, diambil dari https://info637247.wixsite.com/tribalartgilliams/batak)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Datu Parultop dan Datu Parulas (1)

Mengenai Marga Siboro

Huta Haranggaol: Tempat asal marga Siboro