Datu Parultop dan Datu Parulas (2)

Oleh Drs. Djabintang Hasiholan Siboro


Di bagian 1 sdh dibahas mengenai perjalanan, sejarah dan siapakah keturunan Datu Patultop. Selanjutnya kita akan menguraikan sejarah perjalanan hidup Datu Parulas yg dikemudian hari dikenal  banyak orang sebagai Datu Parulas Patultop (DPP). Mengapa berubah sebutan itu menjadi DPP adalah karena:

1. Datu Parulas adalah Datu yg memiliki ilmu hadatuon sakti mandraguna (kesaktian luar biasa). Bisa mengobati orang yg menderita sakit, menolong orang yg ditimpa kesusahan  dan membantu atau menolong orang seisi satu kampung karena diserbu (dibuhar) oleh orang2 luar dengan maksud mau menguasai kampung tersebut.

2. Datu Parulas bisa juga "mangulas," yaitu memiliki kemampuan utk meramal tentang tanda2 gelagat hari dimasa datang, mampu mengetahui isi pikiran dan isi hati serta mengetahui apa yg akan terjadi pada diri seseorang dgn menggunakan kemampuan mata bathin (indra ke 6) dari Op.DPP.

3. Datu Parulas juga memiliki kemampuan yg handal untuk mangultop.

Karena kemampuan ketiga hal diatas, maka orang menyebut Datu Parulas menjadi DPP.

Sebelum kita bahas lebih lanjut sejarah DPP, sejenak kita balik kebelakang, masih berhubungan dgn Datu Patultop. Sebagaimana telah dijelaskan, Datu Parultop berhasil menjadi raja di Pematang Purba Simalungun dgn sebutan Raja Tuan Pangultop Ultop, menggantikan Raja Tuan Simallobong marga Purba Dasuha. Keturunan Datu Parultop adalah Purba Pakpak. Kerajaan Pematang Purba dibawah Raja Tuan Pangultop ultop (Datu Parultop) exis mulai thn 1624 -- 1947. Raja terakhir adalah Raja ke 14, yaitu Tuan Mogang. Beliau ini gugur (mati) sebagai korban revolusi sosial di Sumatera Timur thn 1946.

Tokoh penggerak revolusi sosial waktu itu, salah satunya adalah Saragi Ras. Banyak waktu itu keluarga2 kerajaan dan keluarga Raja Ihutan menjadi korban revolusi ini...

Datu Parulas Parultop selanjutnya kita singkat DPP. Dengan demikian diharapkan semakin menjadi jelas bagi kita untuk membedakan siapa Datu Parultop dan siapa DPP. 

DPP adalah tokoh penuh misteri. Kenapa dikatakan begitu? Karena kita tidak dapat merekam seluruh jejak dan sejarah perjalanan hidupnya, sepertinya DPP datang tdk bisa diduga dan tidak terduga pula dia tiba tiba pergi, seperti angin saja datangnya dan seperti angin pula perginya. DPP adalah pengembara sejati, selalu berkelana kemana mana, dari kampung ke kampung dan dari luat ke luat. Inilah yg menyebabkan betapa sulitnya merekam seluruh jejak jejaknya. Tetapi dalam satu hal...ada saja saat saat, DPP tiba tiba muncul ketika orang lain atau penduduk suatu kampung membutuhkan pertolongannya di berbagai tempat atau daerah.

Entah karena apa, tetapi motivasi atau semangat berburu (mangultop burung) begitu kuat dalam diri DPP dan abangnya Datu Patultop. Hobby berburu dgn menggunakan ultop ini menjadi sangat menentukan perjalanan hidup mereka masing2. Ini pula yg membuat mereka sangat dikenal pada jamannya. Kahlil Gibran, seorang penyair dan sastrawan besar Libanon menulis: " Jiwa seorang filsuf bersarang di otaknya, jiwa seorang penyair ada di hatinya, jiwa seorang penyanyi bergema di tenggorokannya, tetapi jiwa seorang penari mengalir diseruh tubuhnya." Senapas dgn itu kita juga dapat berkata: "Kemanapun DPP pergi dan dimanapun dia berada tidak pernah lepas dari ultopnya."

(Bersambung ke bagian 3)

(Gambar adalah sekedar ilustrasi, diambil dari https://info637247.wixsite.com/tribalartgilliams/batak)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Datu Parultop dan Datu Parulas (1)

Mengenai Marga Siboro

Huta Haranggaol: Tempat asal marga Siboro