Siboro versus Lumban Raja (1)

Oleh Drs. Djabintang Hasiholan Siboro (10 Mei 2024)
Editor tata bahasa: Arnold Siboro

Beberapa tahun belakangan ini terdapat buku dan tulisan-tulisan, yang entah disengaja atau tidak, isi tulisan-tulisan tersebut ternyata telah memutar balikkan dan membengkokkan kebenaran sejarah marga Siboro. Sekarang tulisan-tulisan tersebut dapat dibaca di media sosial. Seandainya tulisan tulisan tersebut tidak disangkut pautkan dengan marga Siboro, maka tidak ada hal yang perlu ditanggapi. Marga Siboro tidak punya kepentingan untuk mencampuri sejarah marga lain. Masalahnya tulisan tulisan tersebut ternyata sudah merugikan, merusak citra, memutar balikkan dan membengkokkan kebenaran sejarah marga Siboro.

Perlu kita pahami bersama, bahwa marga Siboro memiliki kebenaran sejarahnya sendiri, bahkan sebagai marga sudah eksis sekurang-kurangnya 350 - 375 tahun jika dihitung dari jumlah generasi Siboro (14 - 16 generasi x 25 thn). Tapi oleh marga lain melalui tulisannya malah hendak merusak kebenaran sejarah marga Siboro, padahal pihak yg menulis ini baru meresmikan marganya melalui musyawarah besar diantara mereka pada thn 1907 di Negeri Nainggolan Samosir, yaitu menjadi marga LUMBANRAJA. Jadi marga Lumbanja eksis sebagai marga baru 117 thn yg silam. Coba kita bandingkan, kita marga Siboro sdh eksis paling tidak 350 - 375 thn yg silam, sedangkan marga Lumbanraja baru ada 117 thn lalu (1907), jauh sekali bukan? 

Terkait masalah ini kita marga Siboro memandang perlu membuat penegasan dan pernyataan sikap, yaitu bahwa apa yg ditulis oleh pihak Lumbanraja mengenai kebenaran sejarah marga Siboro adalah KEKELIRUAN BESAR. Melalui tulisannya pihak Lumbanjara begitu beraninya meletakkan posisi dan keberadaan marga Siboro secara tidak layak, begitu jauh menyimpang dari kebenaran sejarah yg sesungguhnya.

Sehubungan dengan penegasan dan pernyataan sikap kita mengenai kebenaran sejarah marga Siboro sebagai keturunan DPP Purba Sigulang Batu bukan DPP yang lain, akan disajikan berbagai hal sebagai beriku.

 (Bersambung ke bagian 2

(Foto di atas sebagai ilustrasi adalah pemandangan dari Kampung Siboro Pagar Batu, di bawah bukit Siboro Gaung Gaung, tempat asal marga Siboro, oleh @andiksiboro)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Datu Parultop dan Datu Parulas (1)

Mengenai Marga Siboro

Huta Haranggaol: Tempat asal marga Siboro